Sel Darah Merah (Eritrosit) | Fisiologi Olahraga Sel Darah Merah (Eritrosit) - Fisiologi Olahraga
Beranda · Daftar Isi Kontak Privacy Policy Disclaimer Artikel · Faal · Faal Olahraga Cedera Olahraga HIIT Workout Dunia Olahraga Sport Science

Sel Darah Merah (Eritrosit)

Salam semua pengunjung blog, materi sekarang adalah mengenai sel darah merah. Penulis akan mencoba membahas mengenai sel darah merah, mulai dari strukturnya serta beberapa hal yang bisa meningkatkan sel darah merah kita, dan akan dibahas juga mengenai kondisi kekurangan dan kelebihan sel darah merah. langsung saja!!!


A.  Bentuk
Sel darah merah berbentuk seperti cakram kecil bikonkaf yaitu : cekung pada kedua sisinya, sehingga bila dilihat dari samping nampak dua buah bulan sabit yang saling bertolak belakang.  Dalam setiap milliliter kubik darah pada manusia dewasa laki-laki sekitar 5 juta sedangkan pada wanita sekitar 4.5 juta sel darah merah.

B.  Warna
Bila dilihat satu persatu akan terlihat warna kuning tua pucat, tetapi dalam jumlah besar terlihat merah dan memberi warna merah pada darah.  Strukturnya terdiri dari : membran pembungkus luar yang disebut stroma, yang berisi massa haemoglobin.

C.   Zat Pembentuk
Sel darah merah dibentuk oleh protein dan zat besi.  Oleh karena itu pada wanita terlebih lagi wanita hamil sangat memerlukan tambahan protein tinggi dan zat besi.

D.  Tempat Pembuatan Sel Darah Merah
Tempat pembuatan sel darah merah pada waktu bayi dan dewasa berbeda.  Pada saat masih bayi dibentuk pada tangkai embrio.  Setelah itu dilanjutkan pada hati, limpa, dan sumsum merah tulang.
Selanjutnya sel darah merah dibuat hanya pada sumsum merah tulang setelah bayi lahir hingga dewasa nanti.  Sumsum merah tulang banyak terdapat pada : Sebagian tulang-tulang pendek : os. Cranium, os. Costae, os. Vertebrae. Os. Sternum, serta os. Ilium. Sebagian tulang panjang : os. Femur, dan os. tibia
Perkembangan sel darah merah dalam sumsum merah tulang mengalami berbagai tahap seperti yang diterangkan di atas, mula-mula sel darah merah hanya berisi nukleus selanjutnya nukleus hilang sehingga hanya ada haemoglobin dan setelah itu baru diedarkan ke sirkulasi darah.
Rata-rata panjang umur sel darah merah sekitar 115-120 hari.  Sel darah merah yang telah mencapai umur demikian akan usang dan mati, dan dihancurkan dalam sistem retikuloendotiel, terutama pada organ hati dan limpa.

Sel darah  merah mempunyai haemoglobin yaitu protein yang kaya akan zat besi, sehingga mempunyai fungsi untuk mengikat oksigen (oksihaemoglobin).  Melalui fungsi ini maka oksigen dibawa dari paru-paru ke jaringan di seluruh tubuh. Jumlah haemoglobin dalam darah normalnya kira-kira 15 gram dalam setiap 100 ml darah.

E. Prinsip Pengaturan Produksi Sel Darah Merah
Ada dua prinsip mendasar yang mempengaruhi produksi sel darah merah, yaitu : latihan dan ketinggian daerah.  Untuk lebih jelasnya dapat disimak pada paparan berikut ini.

1. Latihan atau olahraga teratur
Produksi sel darah merah diatur berdasarkan kebutuhan oksigen di dalam jaringan.  Apabila jaringan tidak banyak membutuhkan oksigen (pada orang yang kurang gerak), tubuh akan membuat sel darah merah dalam jumlah yang sedikit, sehingga kemungkinan terkena anemia sangat besar.  Sedangkan pada orang terlatih, jaringan tubuh lebih membutuhkan banyak oksigen untuk metabolisme.  Dengan demikian akan merangsang sumsum merah tulang untuk memproduksi sel darah merah dalam jumlah yang besar.  Oleh karena itu orang yang terlatih atau sering melakukan olahraga secara teratur akan memiliki jumlah sel darah merah lebih banyak, sehingga mempunyai kualitas fungsi jaringan relatif lebih baik bila dibandingkan dengan orang yang tidak banyak gerak.

2. Ketinggian Daerah
Pada daerah ketinggian, kadar oksigen akan semakin berkurang, hal ini disebabkan  karena tekanan udara atmosfir semakin berkurang.  Dengan adanya perbedaan tekanan udara atmosfir dan tekanan dalam tubuh, maka akan merangsang sumsum merah tulang untuk memproduksi sel darah merah dalam jumlah yang lebih banyak untuk keperluan mengikat oksigen.
F. Anemia
Pengertian anemia adalah bila jumlah sel darah merah dalam darah kurang dari normal.
Penyebab terjadinya anemia antara lain karena faktor :
1. Non aktivitas atau kurang berolahraga.
2. Spesial nutrisi berkurang.
3. Hilangnya jumlah darah akibat kecelakaan, melahirkan, dan operasi.
4. Sistem penyerapan dinding usus yang kurang sempurna.

G. Macam-macam Anemia
Anemia yang diderita oleh seseorang berbagai jenis dan penyebabnya.  Dibawah ini macam-macam anemia :
1. Anemia hipocromic, yaitu anemia yang disebabkan karena kurangnya kadar haemoglobin dalam sel darah merah.
2. Anemia pernisiosa, yaitu anemia yang disebabkan karena kekurangan spesial nutrisi dan penyerapan yang kurang baik pada saluran pencernaan.
3. Anemia aplastic, yaitu anemia yang disebabkan karena : radiasi bom atom, virus, dan sinar X yang berlebihan.
Keadaan anemia akan mempengaruhi fungsi organ tubuh, hal ini disebabkan karena dua hal yaitu :
1. Menurunnya pengangkutan oksigen dari paru-paru ke jaringan, sehingga sel jaringan mengalami gangguan kekurangan oksigen.
2. Menurunnya viskositas atau kekentalan darah.  Hal ini mengakibatkan darah menjadi lebih encer dan aliran darah yang lebih cepat maka jantung sebagai pemompa darah bekerja dengan beban yang lebih besar.  Keadaan ini bila terus menerus akan menyebabkan jantung mengalami kegagalan jantung.

H. Polisitemia
Polisitemia adalah suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah dalam darah lebih dari normal.  Polisitemia secara garis besarnya dibagi menjadi dua yaitu :
1. Polisitemia fisiologi yaitu keadaan meningkatnya jumlah sel darah merah dalam darah yang disebabkan karena latihan, ketinggian dan hipoksia.
2. Polisitemia patologis yaitu keadaan meningkatnya jumlah sel darah merah dalam darah yang disebabkan karena penyakit yang mengakibatkan kekentalan darah sehingga terjadi kegagalan jantung.

Sekian Materi Untuk Sel Darah Merah
Materi Selanjutnya adalah Sel Darah Putih

Artikel keren lainnya:

Belum ada tanggapan untuk "Sel Darah Merah (Eritrosit)"

Posting Komentar