Sel Darah Putih (Leukosit) | Fisiologi Olahraga Sel Darah Putih (Leukosit) - Fisiologi Olahraga
Beranda · Daftar Isi Kontak Privacy Policy Disclaimer Artikel · Faal · Faal Olahraga Cedera Olahraga HIIT Workout Dunia Olahraga Sport Science

Sel Darah Putih (Leukosit)

Salam sobat blogger, melanjutkan dari pembahasan sebelumnya yaitu mengenai sel darah merah, kita akan membahas mengenai bagian dari sel darah yaitu sel darah putih atau biasa disebut leukosit. 



Sel darah putih warnanya bening dan tidak berwarna.  Bentuknya lebih besar dari sel darah merah. Sel darah putih mempunyai inti.  Hal ini yang menyebabkan perbedaan struktur dari sel darah merah dengan sel darah putih.  Dalam  setiap millimeter kubik darah terdapat 6.000 sampai 10.000 (rata-rata 8.000) sel darah putih.  Jumlah ini tidak tetap dalam arti jumlah tersebut bisa sedikit atau sebaliknya tergantung ada tidaknya infeksi kuman penyakit.

A.       Fungsi umum sel darah putih adalah :
  1. Sebagai pelindung tubuh dari serangan bakteri/kuman penyakit dengan cara memfagosit bibit penyakit tersebut.
  2. Sebagai zat untuk kekebalan atau vaksinasi dari dalam tubuh.
B.      Sel darah putih terdiri dari beberapa macam yaitu :
  1. Granulosit terdiri : neutrofil, basofil, dan eosinofil.
  2.  Monosit.
  3.  Limposit.
1. Neutrofil, mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
  • Sel neutrofil paling banyak dijumpai dalam sel darah putih.
  • Sel golongan ini mewarnai dirinya dengan pewarna netral atau campuran pewarna asam dan basa, sehingga tampak berwarna 
  • Fungsinya adalah untuk melawan bakteri dan mampu bergerak cepat.
2. Eosinofil, mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
  • Jumlahnya sedikit dalam sel darah putih, besarnya kira-kira berdiameter 20 micron.
  • Sel ini menyerap pewarna yang bersifat asam ( eosin ) dan kelihatan berwarna merah, maka sel ini disebut bergranula merah.
  • Fungsi eosinofil untuk membunuh kuman terutama kuman penyakit parasit dalam tubuh seperti penyakit : cacingan.
3. Basofil, mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
  • Menyerap warna basa sehingga kelihatan berwarna biru.
  • Fungsinya mengeluarkan cairan yang sejenis dengan cairan yang terdapat pada dinding pembuluh darah.  Cairan tersebut dinamakan cairan hevarin.  Cairan ini berfungsi untuk mencegah pembekuan darah.
4. Monosit, mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
  • Berfungsi untuk membunuh kuman penyakit.
  • Bersifat sebagai pemakan atau fagosit.
  • Bergerak lamban secara amuboid.Besarnya kira-kira berdiameter 20 mikron
5. Limposit, mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
  • Jumlah limposit hampir 25 % dari jumlah seluruh sel darah putih.
  • Sel ini dibentuk di dalam kelenjar limfe dan sumsum tulang.
  • Berfungsi untuk membunuh kuman.
  • Tidak dapat bergerak.
  • Mengeluarkan cairan getah bening, yang berfungsi sebagai filter terhadap kuman yang masuk ke dalam pembuluh darah dan berperan dalam proses kekebalan tubuh.
Dari paparan tentang sel darah putih kiranya yang menjadi prioritas dalam pemberantasan penyakit adalah dari golongan eosinofil.  Golongan eosinofil berperanan dalam hal tersebut karena mempunyai kemampuan chemotoksis.Chemoktosis  adalah proses pergerakan neutrofil secara langsung dan cepat ke arah jaringan yang rusak karena adanya sinyal.  Sinyal tersebut berupa cairan yang dikeluarkan oleh jaringan yang rusak disebut : leucotoksin.

C.       Fase-fase dalam chemoktosis terdiri dari :
  1. Gerakan neutrofil menuju jaringan yang rusak dengan cara menempel pada dinding pembuluh darah disebut : marginasi.
  2. Neutrofil bergerak bebas secara amuboid dan dapat menembuh pembuluh darah yang jaringannya rusak, disebut : diapedesis.
  3. Setelah mampu menembus dinding pembuluh darah, neutrofil bergerak bebas mengelilingi seluruh daerah yang rusak dengan menggunakan kaki palsu (pseudopodia), sehingga daerah yang rusak siap untuk diperbaiki.
  4. Setelah mengepung daerah yang rusak, neutrofil siap memakan kuman dengan cara :menangkap organisme yang hidup dan menghancurkannya.
Sebagai hasil kerja fagositik dari sel darah putih, peradangan dapat dihentikan. Bila tidak berhasil dengan sempurna, maka dapat terbentuk nanah. Nanah  berisi “jenazah” kawan dan lawan fagosit yang terbunuh dalam perjuangannya melawan kuman yang menyerbu masuk disebut sel nanah. Demikian juga terdapat banyak kuman yang mati dalam nanah itu, dan ditambah lagi dengan sejumlah besar jaringan yang telah  mencair. Sementara pertempuran berlangsung, kalau sel darah putih dapat mengalahkan organisme penyerbu itu, semua bekas kerusakan, bakteri-bakteri yang hidup maupun yang mati, sel nanah dan jaringan yang meleleh, akan disingkirkan granulosit sehat yang bekerja sebagai fagosit.

Oke, sekian materi kali ini.
Materi selanjutnya adalah Sel Darah Pembeku

Artikel keren lainnya:

Belum ada tanggapan untuk "Sel Darah Putih (Leukosit)"

Posting Komentar